Densus 88 AT Polri Bekali 300 PPPK Kemenag Sumsel Cegah Paham IRET di Era Digital

MUARAENIMONLINE.COM – Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) terus diperkuat di Provinsi Sumatera Selatan. Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) terhadap 300 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama wilayah Ogan Ilir, Banyuasin, PALI, dan Palembang.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 16.30 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jalan Macan Kumbang, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang. Turut hadir Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang, H. Mukmin, S.H.I., http://M.Sy.

Tim dari Densus 88 AT Polri yang hadir dalam kegiatan ini dipimpin oleh IPDA Fahrurrozi, S.H., bersama Brigpol Aprichan, S.H., M.H., Briptu Alfarezi, S.H., Briptu Herlan, S.H., Briptu MR Aziz Alfattah, S.H., dan Briptu Ade Tegar Apriliando, S.H.

Baca Juga  KKN Kelompok 3 UNSAN Muara Enim Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SMK Negeri 1 Gunung Megang

Dalam pemaparannya, narasumber M. Alfarezi, S.H. menjelaskan bahwa terorisme bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Terorisme merupakan sebuah proses bertahap yang berawal dari sikap intoleransi, kemudian berkembang menjadi radikalisme, ekstremisme, hingga berpotensi mengarah pada aksi terorisme.

“Tugas Densus 88 tidak hanya penindakan, tetapi yang paling utama adalah pencegahan. Kita harus mengenali karakteristik dan pola penyebaran paham IRET sejak dini,” ujar Alfarezi di hadapan ratusan peserta.

Ia memaparkan bahwa sasaran penyebaran paham radikal umumnya menyasar individu yang memiliki kerentanan sosial, psikologis, dan lingkungan pergaulan. Kondisi seperti perundungan, broken home, kurang perhatian keluarga, hingga akses gawai yang berlebihan menjadi latar belakang yang membuat seseorang rentan terpapar.

Hal yang menjadi perhatian serius saat ini adalah terjadinya transisi radikalisasi. Jika dahulu penyebaran paham radikal lebih banyak berlangsung secara konvensional melalui tatap muka langsung, kini dengan perkembangan teknologi informasi, proses radikalisasi beralih masif ke ruang maya.

Baca Juga  Pj Bupati Muara Enim Hadiri HAB Kemenag ke 78

“Ruang digital kini menjadi medan pertarungan baru. Di satu sisi bermanfaat untuk edukasi, di sisi lain juga berisiko menjadi sarana penyebaran hoaks, propaganda, ujaran kebencian, serta paham intoleran dan ekstrem yang bisa menyebar jauh lebih cepat dan luas,” jelasnya.

Untuk itu, peserta dibekali langkah pencegahan di ruang digital dengan prinsip ‘Stop, Cek, Pikir, Bagikan’. Masyarakat diajak untuk berhenti sejenak sebelum menyebarkan informasi, mengecek kebenaran sumbernya, memikirkan dampaknya, baru kemudian membagikannya secara bertanggung jawab.

Materi juga mengulas tentang tiga klaster ekstremisme kekerasan, yakni RMVE (Radically Motivated Violent Extremism), IMVE (Ideologically Motivated Violent Extremism), dan NVE (Nationalist Violent Extremism), serta irisan metode perekrutan di antaranya. Termasuk modus perekrutan dengan pendekatan “Sahabat”, yakni membangun hubungan kepercayaan dan memberi perhatian lebih kepada individu yang dianggap rentan.

Baca Juga  Bank Sumsel Babel Bagikan Puluhan Mobil, Buruan Datang Ke Setiap Cabangnya

Disebutkan pula, berdasarkan grafik pengembangan dan intervensi TCC, khusus di wilayah Sumatera Selatan terdata sebanyak 27 nomor yang menjadi perhatian.

Menutup kegiatan, Densus 88 menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan melalui empat konsensus dasar bangsa: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para PPPK Kemenag didorong untuk tidak hanya menjadi aparatur, tetapi menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Peran strategis tersebut meliputi menjaga persatuan dan kesatuan, membangun sikap toleransi, meningkatkan literasi digital, serta aktif mencegah penyebaran paham IRET baik di lingkungan kerja, masyarakat, maupun di ruang digital.

Kegiatan sosialisasi Wasbang tersebut berjalan dalam keadaan aman, lancar, dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.(jj.red)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan