Diduga Lamban dan Jadi Pemicu Laka, Perbaikan Jalan Melalui Sistem Scrap Tuai Sorotan Warga Net

MUARAENIMONLINE.COM – Kondisi perbaikan jalan dengan melalui sistem disekrap atau dikenal istilah Cold Milling yang dilakukan dengan cara mengupas atau mengeruk lapisan permukaan aspal lama yang rusak menggunakan alat berat (Cold Milling Machine), sebelum dilemparkan lapisan aspal baru tersebut, merupakan metode yang kerap digunakan dinas terkait.

Namun, proses perbaikan jalan dengan sistem scrapping (pengerukan aspal lama ) setidaknya wajib menggunakan rambu peringatan yang jelas, sehingga para pengguna jalan raya setidaknya dapat lebih ekstra hati-hati dan waspada, karena kondisi jalan tersebut, tentunya terdapat lubang-lubang jalan panjang yang menganga. Belum lagi atas adanya jalan yang disekrap tersebut, juga menimbulkan debu jika tidak cepat disiram air secara rutin, serta penyelesaiannya seharusnya lebih cepat agar galian tidak dibiarkan lama menggangu berhari-hari yang memicu kecelakaan.

Baca Juga  Polres Muara Enim Ringkus Pengedar Narkoba di Desa Cinta Kasih Belimbing

Demikian terpantau kondisi jalan raya nasional dikawasan Panang Jaya Gunung Megang hingga menuju Ujan Mas Muara Enim tersebut, terpantau kondisi jalan yang tengah diperbaiki, dinilai terlalu lambat dikerjakan sehingga menimbulkan reaksi keras dari masyarakat pengguna jalan tersebut.

Belum lagi terdapat peristiwa yang terjadi pada hari ini Sabtu (06/06/2026) siang, yang mana terdapat peristiwa kecelakaan maut hingga menyebabkan korban meninggal dunia ditempat tersebut, diduga korban telah menjadi korban tabrak lari, karena diduga korban hendak menghindari lubang jalan yang telah disekrap tersebut, diduga terdapat mobil truk dengan melaju kecepatan tinggi diduga menabrak pengendara sepeda motor.

Pasca peristiwa tersebut terjadi, berbagai kritik tajam datang dari warga netizen diberbagai kolom komentar akun grup Facebook maupun akun Facebook pribadi milik warga netizen tersebut.

Baca Juga  Melalui Kodam II/Sriwijaya, Paguyuban MTPB Serahkan Bansos 100 Ton Beras Bagi Warga Sumbagsel Terdampak Covid -19

Hampir rata-rata warga Net melalui komentarnya, tentunya sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi, dan juga menyangkan dari dinas terkait, dinilai lamban dalam melakukan perbaikan.

“Jika dibiarkan berdebu, berlumpur saat hujan, atau berlubang dalam, hal ini sangat membahayakan warga,” ungkap Herdiansyah warga Ujan Mas yang menyoroti kondisi tersebut.

Sementara salah satu warga netizen melalui kolom komentar di akun Facebook di group FB Berita Muara Enim tersebut, berkomentar ” bahaya kalau malam ini,terutama yang nggak hafal jalan,” ujar Tresno One Three.

Sementara itu, sistem perbaikan jalan melalui pengerukan (scrapping/milling) memang sangat rentan memicu kecelakaan dan keluhan jika kontraktor lalai menerapkan standar keselamatan (K3) dilapangan.(jj.red)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan