Dua Pekerja di Muara Enim Meninggal Dunia di Dalam Sumur

MUARAENIMONLINE.COM – Dua orang pekerja ditemukan meninggal dunia setelah mengalami pingsan saat berada di dalam sumur di Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, pada Sabtu (10/10/2026). Kedua korban dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Rabbain Muara Enim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Muara Enim Kompol RTM. Situmorang menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat salah seorang pekerja berinisial H (42) hendak memperdalam atau mencari sumber mata air menggunakan pipa paralon di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 12 meter.

Berdasarkan informasi awal, H turun ke dalam sumur menggunakan tali dengan bantuan anggota keluarganya. Namun, setelah mencapai dasar sumur, H tiba-tiba pingsan. Melihat kejadian tersebut, seorang pekerja lainnya berinisial A (40) berusaha memberikan pertolongan dengan ikut turun ke dalam sumur. Akan tetapi, A juga mengalami pingsan saat berada di dasar sumur.

Baca Juga  Imbau Patuhi Prokes, Satgas Yonif 512/QY Bagikan Masker Kepada Masyarakat Perbatasan

Melihat kedua korban tidak sadarkan diri, saksi yang berada di lokasi segera meminta pertolongan dan menghubungi pemilik rumah. Setelah menerima informasi, pemilik rumah menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan Bhabinkamtibmas untuk meminta bantuan evakuasi.

Mendapatkan laporan tersebut, personel SPKT Polres Muara Enim bersama piket fungsi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi dilakukan bersama petugas Damkar, Basarnas, dan Tim Rescue PT Bukit Asam. Setelah melalui proses evakuasi, kedua korban berhasil dikeluarkan dari dalam sumur sekitar pukul 12.50 WIB.

Selanjutnya, kedua korban dibawa ke RS Rabbain Muara Enim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan informasi awal, diduga terdapat gas berbahaya di dalam sumur yang menyebabkan kedua korban kehilangan kesadaran. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan kepastian dan tidak dapat dinyatakan sebagai penyebab kematian yang telah terkonfirmasi.

Baca Juga  Fahira Idris jadi Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) DKI Jakarta, Ketua KATAR : Siap Kolaborasi

Pihak keluarga kedua korban menyatakan tidak bersedia dilakukan visum et repertum maupun autopsi serta bersedia membuat surat pernyataan. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Menyikapi kejadian tersebut, Polres Muara Enim mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat melakukan pekerjaan di dalam sumur atau ruang tertutup. Masyarakat diminta tidak turun ke dalam sumur yang diduga memiliki kandungan gas berbahaya tanpa pemeriksaan kondisi udara dan peralatan keselamatan yang memadai. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi petugas terlatih dan jangan mengambil risiko dengan masuk ke dalam sumur untuk melakukan pertolongan tanpa perlengkapan yang sesuai.(jj.red)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan