Hampir 3 Bulan Gelumbang Raya Belum Diberi Hujan, Tokoh Masyarakat Soroti Kekeringan Mulai Melanda

MUARAENIMONLINE.COM – Hampir 3 (tiga) Bulan lamanya, kawasan Gelumbang Kabupaten Muara Enim belum diberi hujan, akibatnya rerumputan sudah mulai karing, serta debu-debu liar sudah mulai muncul berterbangan, dan dampak musim kemarau memicu ancaman serius terhadap ketersediaan air bersih, memicu gagal panen maupun menurunkan produksi pangan, serta dapat meningkatkan resiko kebakaran hutan serta masalah kesehatan, seperti dehidrasi dan ISPA.

Sementara atas adanya bahaya kekeringan yang mengancam tersebut, Pemerintah berperan viral dalam mitigasi,tanggap darurat, dan solusi jangka panjang. Dan diketahui, bahwa dampak utama kemarau, tentunya dihadapkan krisis air bersih dan menurunnya debut air tanah membuat masyarakat kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  Ini Sosok Kades Terpilih Desa Talang Taling Gelumbang

Belum lagi, terdapat ancaman ketahanan pangan melalui sektor pertanian sangat terdampak, kurangnya pasokan air memicu puso (gagal panen) yang berdampak pada lonjakan harga bahan pokok.

Serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), akibat lahan yang kering rentan terbakar, yang memicu kabut asap dan mengganggu kualitas udara serta masalah kesehatan.

Peran pemerintah dalam mengatasi dampak di musim kemarau ini, serta bahayanya kekeringan tersebut, tentunya pemerintah pusat hingga tingkat daerah, secara berkala mengerahkan truk tangki air untuk menyuplai wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem, maupun memberikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah ini diimplementasikan untuk mengisi cadangan air di waduk dan membasahi lahan gambut sebelum puncak musim kemarau tiba guna mencegah kebakaran.

Baca Juga  Yandi Anggara Terpilih Sebagai Ketua BEM Universitas Serasan, Ini Profilnya

Demikian diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Gelumbang Raya Japri, S,Sos, yang dalam hal ini menyikapi fenomena di musim kemarau yang kini tengah memasuki kekeringan tersebut.

Japri menambahkan, berharap kepada warga masyarakat juga tidak lupa untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun membasahi bumi ini, agar kehidupan dalam menghirup udara segar dapat kembali normal, dan juga debu-debu liar yang menggangu kesehatan hilang, serta rerumputan maupun lahan yang kering yang mudah terbakar dapat hijau dan asri kambali.(jj.red)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan