Hari Buruh 2026: Sejarah May Day dan Perjuangan Hak Pekerja

Yones Tober, S, ST,. SH,. MH || Anggota DPRD Muara Enim

MUARAENIMONLINE.COM – Setiap tanggal 1 Mei, para pekerja di berbagai belahan dunia menandai hari yang ditunggu-tunggu dengan antusias, Hari Buruh Internasional, atau singkatnya dikenal sebagai May Day. Hal ini sering dianggap sebagai momen untuk bersantai, istirahat sejenak dari kesibukan pekerjaan, merayakan keberhasilan.Namun, di balik perayaan dan kegembiraannya, May Day mempunyai akar yang kuat dalam sejarah perjuangan buruh. Mari kita telusuri asal-usul dan signifikansi hari ini yang menjadi landasan gerakan buruh global.

Perayaan May Day sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, awalnya untuk merayakan pergantian musim, terutama musim semi di belahan bumi utara. May Day konon berawal dari festival Beltane, yaitu tradisi maypole. Tradisi ini melibatkan menari mengelilingi tiang tiang yang dihiasi dengan pita warna-warni. Hal ini dilakukan untuk merayakan kembalinya kehidupan dan kesuburan ke dunia.

Baca Juga  Sheri Yosy Maser Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Muara Enim Periode 2024-2029

Pada abad ke-19, May Day berkembang menjadi Hari Buruh Internasional yang tumbuh dari gerakan buruh untuk Menuntut hak-hak pekerja, termasuk jam kerja delapan jam di Amerika Serikat. Gerakan ini merupakan upaya untuk mengakhiri kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang yang menyebabkan kematian ribuan orang setiap tahunnya.

Tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja di seluruh Amerika Serikat melakukan “mogok kerja” dalam rangka mendukung tuntutan jam kerja. Di hari-hari berikutnya, bahkan semakin banyak pekerja yang bergabung untuk memperkuat permintaan tersebut.

Namun, peristiwa yang cukup mengejutkan adalah kejadian Haymarket di Chicago pada tahun yang sama, yang menyebabkan bentrokan antara polisi dan pekerja. Peristiwa ini menyebabkan banyak orang terbunuh, terluka, dan juga menimbulkan gelombang represi terhadap gerakan buruh. Hal ini merupakan hal yang tidak penting dalam sejarah perjuangan buruh, yang berperan dalam memperkuat solidaritas buruh di seluruh dunia. Gerakan May Day pun dengan cepat menyebar ke Eropa, hingga pada tahun 1890, terdapat lebih dari 300.000 orang yang berunjuk rasa dalam rapat May Day di London.

Baca Juga  PRM Tangkahan Sembelih 11 Ekor Hewan Kurban

Hingga kini, hari buruh diakui sebagai hari libur resmi di 66 negara, namun tidak di negara asalnya, Amerika Serikat. Meskipun May Day tidak diakui secara resmi di AS, sejarahnya sebagai Hari Buruh Internasional tetap dihargai dan dikenang di seluruh dunia. Perayaan May Day masih terus berlanjut, menyoroti pentingnya perjuangan pekerja untuk hak-hak mereka dan solidaritas global dalam memperjuangkan keadilan di tempat kerja.

Hari Buruh Internasional atau May Day (1 Mei) di Indonesia memiliki sejarah panjang, dimulai sejak era kolonial Belanda pada 1918 dan kembali diperingati secara luas pasca-Reformasi. Setelah sempat dibatasi pada era Orde Akhirnya Ditahun 2013 keluarlah Kepres No.24 Tahun 2013 dan Ditetapkan 1 Mei resmi Ditetapkan  sebagai libur nasional oleh Pemerintah .

Baca Juga  DPRD Dapil IV Muara Enim Gelar Reses Untuk Serap Aspirasi Masyarakat

SELAMAT HARI BURUH

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan