Rapat Mitigasi Karhutla di Gelumbang Status Muara Enim Masuk Siaga Darurat Karhutlah

MUARAENIMONLINE.COM – Kabupaten Muara Enim masuk dalam status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) selama 123 hari, yang dimulai dari tanggal 1 Mei hingga 31 Agustus 2016.

Demikian disampaikan dalam rapat koordinasi mitigasi Karhutlah oleh Bupati Muara Enim yang dipusatkan di kantor Camat Gelumbang,pada Senin (11/05/2026).
,Bupati Muara Enim H.Edison, menegaskan kepada Kepala Desa (Kades) harus menjadi ujung tombak dalam pencegahan praktik pembakaran lahan,serta mengintruksikan Kades untuk menegakan larangan bakar lahan, khususnya seluruh Kades di 6 (enam) kecamatan,yakni Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan, Lembak, Kelekar, Muara Belida dan Belida Darat.
“Mengintruksikan seluruh kades di enam kecamatan agar tidak hanya mengawasi,tetapi juga memastikan warganya patuh terhadap larangan membuka lahan dengan cara membakar,”harap Edison.(11/05).

Baca Juga  Pangdam II/Sriwijaya Bersama Forkopimda Dampingi Kunker Panglima TNI Dan Kapolri Di Jambi Tinjau Serbuan Vaksinasi

Dikatakan Bupati, bahwa Kabupaten Muara Enim telah menetapkan status siaga darurat Karhutla salama 123 hari
mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026,dan langkah ini diambil untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus.

“Wilayah dengan lahan gambut seperti Sungai Rotan, Gelumbang, dan Muara Belida sebagai daerah paling rawan,” ungkap Bupati menyoroti wilayah tersebut.

Bupati menambahkan, sementara untuk kecamatan dengan lahan mineral seperti Lubai, Lubai Ulu, Kelekar,dan Lembak juga masuk kategori rawan sehingga wajib mendapat perhatian serius.
“Penanganan Karhutlah harus dilakukan cepat, tepat, dan terpadu sesuai prosedur yang berlaku,” tambahnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa sanksi hukum akan diberlakukan bagi oknum masyarakat maupun perusahaan yang masih nekat membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Bupati Edison.(11/05).

Baca Juga  Jum'at Berkah, Polsek Rambang Rutin Berbagai Nasi Kotak

Sementara itu, Plt.Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdulrrozieq Putra, melaporkan bahwa pada tahun 2024–2025 terdapat sekitar 40 hektare lahan terbakar dengan titik hotspot terbanyak di Kecamatan Gelumbang.

Namun, hingga Januari–Mei 2026, tidak ditemukan adanya api sehingga belum ada upaya pemadaman.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat telah menyiapkan posko siaga serta peralatan pemadam, di antaranya 30 mesin pompa, 200 rol selang, puluhan mobil rescue, mobil tangki air, dan belasan motor trail.

Abdurrozieq menekankan dengan dukungan penuh dari Kades dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan Karhutla dapat berjalan efektif sehingga Muara Enim terhindar dari bencana karhutla di musim kemarau,” harapnya.(jj.red)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan