Satu Petani Meninggal Disambar Petir Enam Dirawat di Rumah Sakit

MUARAENIMONLINE.COM – Suasana duka menyelimuti Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, setelah sambaran petir menghantam sebuah pondok di area kebun sawit pada Kamis (21/5/2026) siang. Dalam peristiwa mengenaskan tersebut, seorang petani perempuan meninggal dunia, sementara enam rekannya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolres Muara Enim Hendri Syaputra, SIK, MH melalui Kapolsek Lembak Yopi Maswan, SH mengatakan, anggota Polsek Lembak langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengecekan terhadap para korban yang tersambar petir di Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kebun sawit milik seorang warga bernama Iin. Saat itu tujuh perempuan petani tengah bekerja membersihkan lahan sawit dengan sistem borongan upah.

Baca Juga  Danlanal Babel Pimpin Upacara HUT TNI AL Ke-76

Korban meninggal dunia diketahui bernama RA (35), warga Desa Alai Selatan, Kecamatan Lembak. Sementara enam korban lainnya yakni S (53), P(43), FF (30), O (26), EE (48), dan DA (26), saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Prabumulih akibat luka dan trauma pasca sambaran petir.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula saat cuaca di lokasi kebun tiba-tiba berubah menjadi gelap dan hujan deras disertai petir. Untuk menghindari hujan, FF bersama enam rekannya memutuskan berteduh di sebuah pondok yang berada di sekitar kebun sawit.

Namun tak lama kemudian, petir dengan suara menggelegar menyambar pondok tempat mereka berlindung. Sambaran tersebut membuat para korban terpental dan sebagian besar pingsan seketika.

Baca Juga 

“Korban yang masih sadar langsung meminta pertolongan kepada warga kebun sekitar. Masyarakat kemudian bersama-sama mengevakuasi seluruh korban menuju Rumah Sakit Umum Prabumulih,” ujar Kapolsek Lembak.

Tangis keluarga pecah saat pihak medis menyatakan RA telah meninggal dunia akibat sambaran petir tersebut. Sementara enam korban lainnya masih mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Kepala Desa Alai Selatan, Lukman Hakim, bersama warga setempat turut membantu proses evakuasi para korban. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Alai Selatan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area terbuka maupun perkebunan ketika hujan disertai petir mulai terjadi.(jj.red)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan