MUARAENIMONLINE.COM – Menghadiri rapat koordinasi dalam penanggulangan Karhutla bersama Pemerintah Pusat dan pemegang izin lahan melalui daring,pada Senin (07/09), PLT Bupati Muara Enim Hj. Sumarni, terus melakukan siaga Karhutla dan memperketat monitoring Hotspot dan kesiapsiagaan personel.
Sementara dalam merespon terdeteksinya sebanyak 232 titik hotspot tertinggi di wilayah Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan, dan Lawang Kidul tersebut, Pemkab.Muaara Enim langsung bergerak cepat mengoptimalkan penanganan di lapangan.
“,Warga diimbau tetap tenang dan beraktivitas normal. Saat ini kondisi udara masih terkendali (ISPU kategori sedang) dan tim gabungan terus bersiaga.
Pemkab. mengerahkan 100 personel BPBD beserta 20 motor pemadam, 25 mesin pompa, 25 tandon air, dan 200 rol selang untuk patroli serta penanganan cepat,,”ujar Plt Bupati Muara Enim.
Plt Bupati mengajak seluruh element masyarakat untuk menjaga lingkungan, dan jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporan ke petugas jika menemukan titik api.
“Kita instruksikan pengetatan pemantauan titik panas (hotspot),dan peningkatan siaga seluruh personil untuk antisipasi ancaman Karhutlah ,” ujar Plt Bupati Muara Enim saat rapat koordinasi penanggulangan dan penanganan karhutla,Selasa (08/09/2026).
Dalam rapat lintas sektor tersebut, Plt Bupati Muara Enim bersama jajaran OPD terkait menyimak pengarahan strategis
dari para pejabat tinggi negara tersebut, jajaran kementerian dan lembaga yang memberikan paparan meliputi Menteri Koordinator,Bidang Politik dan keamanan,Menteri Kehutanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang,Kapolri dan Jaksa Agung guna menyelaraskan langkah penanganan antara pemerintah pusat dan daerah.
Usia rapat koordinasi melalui daring tersebut, Plt Bupati Muara Enim menjelaskan, bahwa pemantauan berbasis data Sipongi Kemenhut dan BMKG Sumsel mencatat 232 titik panas di wilayahnya per Sabtu (05/09) pukul 09:00 WIB.
Tiga wilayah dengan sebaran terbanyak terdeteksi di Kecamatan Gelumbang sebanyak 62 titik, Kecamatan Sungai Rotan 34 titik, dan Kecamatan Lawang Kidul 29 titik.
“Meskipun titik panas terdeteksi di sejumlah area, Pemkab Muara Enim memastikan kondisi di lapangan masih relatif terkendali karena indeks kualitas udara (ISPU PM 2,5) masih berada pada kategori sedang(angka 66),” ungkap Plt Bupati Muara Enim tersebut.(08/09).
Dikatakan Plt Bupati Sumarni, warga diimbau untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas harian secara normal, sebab jajaran pemerintah
daerah dan satgas gabungan terus bekerja siaga dilapangan, untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Pemkab Muara Enim terus memperketat tindakan pencegahan dini di seluruh kawasan rawan. “Langkah operasional yang dioptimalkan meliputi patroli darat secara rutin, pengawasan titik api secara real-time, sosialisasi penanganan karhutla,hingga kesiapan penuh tim pemadam di tingkat kecamatan,” kata Plt Bupati Sumarni.(08/09).
Ia menambahkan,bahwa guna mendukung pemadaman darat secara cepat, BPBD Muara Enim mengerahkan 100 personel siaga dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. “Armada yang disiapkan meliputi 20 unit sepeda motor pemadam untuk menjangkau medan sulit,
25 unit mesin pompa, 25 tandon air,serta 200 rol selang pemadam,” tambahnya Plt Bupati Sumarni.
Sementara menutup keterangannya tersebut, Plt Bupati memenangkan warga dan memastikan seluruh jajaran Pemkab dan tim gabungan akan terus bersiaga menjaga lingkungan.
“Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan potensi titik api kepada petugas terdekat demi keselamatan bersama,” tutup Plt Bupati Muara Enim Hj Sumarni (08/09).(jj.red)







