Kabut Asap di Gelumbang Raya Makin Pekat Imbas Karhutla, BMKG : Potensi Hujan Sangat Kecil

MUARAENIMONLINE.COM – Kondisi kabut asap di wilayah Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut, terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik.

Seperti di Des Tekuk Limau,Arisan Musi,dan perluasan penanganan lahan gambut di sekitar wilayah.

Karhutla melanda lahan gambut di beberapa Desa Kecamatan Gelumbang serta Desa Putak tersebut, tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Damkar, Manggala Agni, dan warga bahu membahu memadamkan api lewat jalur darat.

Sementara atas karhutla melanda tersebut, terpantau asap dari lokasi Karhutla turut memperburuk kualitas udara dan terbawa angin ke daerah sekitar.

Imbauan kesehatan, warga diimbau untuk memakai masker saat keluar rumah. Batasi aktivitas di luar ruangan bagi anak-anak dan lansia.

Baca Juga  Projo Muara Enim Apresiasi Capaian Kinerja Pj. Bupati Muara Enim Dalam Satu Tahun

Kabut asap tebal di Gelumbang pada 18 September 2026 dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area lahan gambut.

Sementara karhutla yang melanda sekitar 10 hektar lahan yang juga terdapat lahan gambut tersebut, hingga saat ini terpantau Tim Satgas gabungan masih terus melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak meluas.

Kualitas udara dan imbas kesehatan terjadi penurunan kualitas udara di Gelumbang Raya sempat berfluktuasi hingga menyentuh angka AQI 105(Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif), akibat pekatnya kabut asap dari lahan gambut yang terbakar.

Rekomendasi Pemkab.Muara Enim tersebut, mengimbau seluruh masyarakat Gelumbang untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi resiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca Juga  Idul Adha 1447 H, Bupati Edison Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Semangat Berbagi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, menyatakan bahwa kualitas udara di Gelumbang Kabupaten Muara Enim, berada dalam status perlu diwaspadai akibat puncak musim kemarau dan dampak karhutla.
BMKG juga melalui prakiraan cuaca, bahwa kondisi kabut asap di Gelumbang waktu pemunculan asap dan udara kabur biasanya turun mulai sore hari sekitar pukul 17:30 WIB hingga pagi hari, lalu perlahan menghilang menjelang pukul 09:00 WIB.

Dampaknya, kondisi ini memperpendek jarak pandang pengendara di jalan serta beresiko menyebabkan perih di mata dan gangguan pernapasan

Kabupaten Muara Enim termasuk salah satu wilayah di Sumatera Selatan yang masuk dalam status awas kekeringan meteorologis pada September 2026, sehingga potensi hujan masih sangat kecil.

Baca Juga  IKATAN KELUARGA BESAR KAILOLO (IKBK) Melaksanakan Rapat Kerja Ke-I Periode 2020-2021.

Sementara prakiraan cuaca Gelumbang dari BMKG 18 September 2026, kondisi cuaca pagi hingga siang, didominasi cuaca cerah berawan hingga terik.

Suhu Udara: Berkisar antara 24°C hingga 35°C.Kelembapan Udara: Sekitar 50% hingga 75%.Sore hingga Malam: Potensi perubahan cuaca lokal seperti berawan tebal atau potensi hujan ringan di sebagian titik wilayah Sumatera Selatan.(jj.red)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan