Meraje Anak Belai: Warisan Adat Pernikahan Ujan Mas yang Menjaga Akar Budaya

MUARAENIMONLINE.COM – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masyarakat Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, masih teguh menjaga salah satu warisan adatnya yang bernilai tinggi: Tradisi Meraje Anak Belai. Tradisi ini merupakan bagian penting dari rangkaian adat pernikahan masyarakat Desa Pinang Belarik, yang sarat makna penghormatan, pendidikan, dan pelestarian nilai budaya lokal.

Meraje Anak Belai bukan sekadar seremoni adat, melainkan proses pengenalan nilai-nilai adat istiadat kepada generasi muda dan masyarakat luas. Melalui tradisi ini, para tetua adat menanamkan pemahaman tentang struktur kekerabatan, tata krama, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan rumah tangga dan bermasyarakat.

“Meraje Anak Belai mengajarkan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar yang terikat oleh adat, etika, dan tanggung jawab bersama,” ujar Marshal, Pengamat Sosial Budaya dan Hukum Adat.

Baca Juga  Sidang Gugatan PMH, Penggugat Kecewa PTPN II Tidak Hadir

Tradisi ini memiliki beberapa tahapan yang dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur, antara lain:

– Ngantar Uang Jujur: Prosesi pengantar uang jujur dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai simbol keseriusan dan tanggung jawab.

– Ngantar Pakaian: Prosesi pengantar pakaian adat kepada pihak perempuan sebagai simbol kesediaan untuk menerima dan menghormati.

-Meraje Anak Belai: Prosesi inti yang melibatkan pengenalan nilai-nilai adat dan kekerabatan kepada generasi muda.

Nilai budaya yang terkandung dalam Meraje Anak Belai bahkan telah mendapat pengakuan formal. Pada 2018, tradisi ini berhasil meraih penghargaan dalam Festival Budaya dan TPG (Tari Pesisir/Panggung) tingkat Kabupaten Muara Enim dan Provinsi Sumatera Selatan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kearifan lokal Ujan Mas memiliki daya hidup dan relevansi yang kuat, baik di tingkat lokal maupun regional.

Baca Juga  Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Oleh KPK

Di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat, keberlangsungan Meraje Anak Belai menunjukkan bahwa masyarakat Ujan Mas tidak sekadar mewarisi adat, tetapi juga merawatnya dengan kesadaran kolektif. Tradisi ini menjadi penanda identitas sekaligus benteng kultural yang menjaga kesinambungan nilai-nilai lokal di Kabupaten Muara Enim.

Dengan terus dilaksanakan dan dikenalkan kepada generasi muda, Meraje Anak Belai bukan hanya menjadi jejak masa lalu, tetapi juga investasi budaya untuk masa depan—sebuah kearifan lokal yang tetap hidup, tumbuh, dan bermakna.(jj.red)

Iklan

Iklan Kosan