Tawuran Di Kemayoran Berakhir Tragis, Satu Tewas Bersimbah Darah

JAKARTA, MUARAENIMONLINE.COM – Terjadi tawuran warga di wilayah Kemayoran Jakarta Pusat pada Rabu dini hari sekira pukul 03.30 WIB. Dalam insiden ini diketahui salah seorang pemuda ML (32) meninggal dunia. Menurut keterangan saksi Syukur (35) yang melihat langsung kejadian tersebut mengungkapkan, dimana pada saat kejadian korban mencoba melerai namun justru menjadi sasaran para pelaku tawuran. Rabu, (19/05/2021).

“Tadinya Almarhum cuma mau misahin, tapi malah diserang sama yang tawuran,” Ungkap saksi kepada awak media

Menurut penelusuran kami, diketahui korban berprofesi sebagai pedagang kelontongan, dirinya memiliki satu istri dan tiga orang anak.

Kejadian tawuran tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kemayoran, Kompol Ewo Samono SH., MH yang ditemui di kediaman almarhum. Selain itu dirinya mewakili jajaran mengungkapkan bela sungkawa kepada keluarga korban.

Baca Juga  Polisi Olah TKP Janda Anak Satu Tewas Diduga Bunuh Diri

“Ya benar telah terjadi tawuran antar warga harapan mulia Rw 05 dengan warga utan panjang 3. Kedatangan kami kesini juga sebagai bentuk pengungkapan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban,” Terang Kapolsek kepada wartawan.

Kapolsek menuturkan kejadian tawuran ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, Sama hal nya dengan Lurah Utan Panjang, Amadeo, saat ditemui dirumah korban dirinya mengungkapkan bela sungkawa sedalam – dalamnya kepada keluarga korban.

Dikatakan p Amdeo, pihaknya akan mengadakan sosialisasi kepada RW se-utan panjang demi mengantisipasi terjadinya kejadian yang sama.

“Kami mengungkapkan bela sungkawa sedalam – dalamnya, dengan kejadian ini nanto siang rencananya kami akan mengadakan pertemuan untuk mensosialisasikan antisipasi terulangnya kejadian tawuran,” Terangnya.

Baca Juga  Polres Benteng Amankan 2 Pelajar Spesialis Curi Kotak Amal

Ditemui, Kakak korban mengungkapkan rasa sedih yang mendalam, dirinya hanya menuntut kepada para pelaku untuk diberikan hukuman yang sesuai.

“Pastinya saya sangat sedih dan kehilangan, baru semalam saya masih ketemu adik saya (korban-red), intinya saya hanya meminta keadilan untuk para pelaku dihukum dengan sesuai perbuatannya.” Ucapnya. (S.erfan nurali)

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan

Tinggalkan Balasan