- Zainul Marzadi, SH,.MH || Penulis Adalah Dosen Universitas Serasan dan PSM Kota Prabumulih
MUARAENIMONLINE.COM –
1.Pengertian Tradisi
Asal Usul Tradisi Adat atau kebiasaan (Latin: traditio, “diteruskan”) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara yang sama. Karena diyakini bermanfaat bagi masyarakat pada saat itu, kebiasaan mengulang ini rutin dilakukan.
Tradisi adalah segala sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan manusia, seperti rutinitas sehari-hari, kepercayaan yang berlaku, dan budaya ( WJS Poerwadarminta (1976): Menurut Poerwadaminto).
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Adat istiadat dan adat istiadat yang diturunkan dari nenek moyang dan masih dilakukan oleh masyarakat dianggap tradisi menurut KBBI. Ini
Dari pendapat diatas ,Tradisi adalah kebiasaan atau adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Tradisi mencakup praktik, nilai, norma, dan kepercayaan yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi, sering kali dianggap sebagai cara terbaik untuk menjalankan kehidupan sosial atau menyelesaikan persoalan.
2. Karakteristik utama tradisi:
1. Diwariskan turun-temurun: Tradisi disalurkan dari generasi ke generasi, baik melalui tradisi lisan, tulisan, maupun visual.
2. Sistem kepercayaan dan perilaku: Tradisi sering kali berkaitan dengan sistem kepercayaan dan cara berperilaku yang telah ada sejak lama.
3. Nilai simbolis: Banyak tradisi memiliki makna simbolis atau makna khusus yang berasal dari masa lalu.
4. Berkesinambungan: Tradisi dilakukan secara terus-menerus (langgeng) dari masa lalu hingga sekarang.
5. Pelestarian: Masyarakat biasanya menjaga dan melestarikan tradisi karena dianggap sebagai cara yang benar dan telah teruji.
Fungsi tradisi meliputi memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial, melestarikan nilai-nilai dan norma masyarakat, menjadi penghubung antar generasi, serta berfungsi sebagai sarana pendidikan informal dan pedoman perilaku. Tradisi juga dapat berfungsi sebagai tempat pelarian dari kekecewaan kehidupan modern, meningkatkan stabilitas sosial, dan sebagai identitas kolektif kelompok.
Fungsi tradisi diantaranya :
1. Memperkuat identitas dan solidaritas: Tradisi membantu menciptakan rasa kebersamaan dan identitas kolektif, memperkuat ikatan antar anggota masyarakat melalui kegiatan bersama.
2. Melestarikan nilai dan norma: Tradisi berperan sebagai pewaris nilai moral, etika, dan norma sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya, serta berfungsi sebagai acuan perilaku.
3. Penghubung antar generasi: Tradisi menjadi jembatan yang menghubungkan generasi tua dan muda, memungkinkan pewarisan pengetahuan dan nilai-nilai masa lalu kepada generasi mendatang.
4. Sarana pendidikan informal: Tradisi mendidik generasi muda tentang adat istiadat, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat tanpa melalui pendidikan formal.
5. Pedoman perilaku: Tradisi memberikan panduan tentang bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari, yang meliputi tata cara, etiket, dan aturan sosial.
6. Tempat pelarian dari kehidupan modern: Tradisi yang mengacu pada masa lalu yang dianggap lebih bahagia dapat menjadi sumber kebanggaan dan pelarian dari ketidakpuasan kehidupan modern.
7. Meningkatkan stabilitas sosial: Dengan memberikan panduan yang jelas, tradisi dapat menciptakan rasa stabilitas dan keteraturan dalam masyarakat.
8. Meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal: Beberapa tradisi memiliki nilai pariwisata dan dapat berkontribusi pada ekonomi lokal melalui acara dan kegiatan terkait.
Tradisi dalam masyarakat Rambang bersifat ( Relegius Magis ) Tradisi yang berhubungan dengan kepercayaan dgn Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi Islam mencakup ibadah dan ritual yang berakar dari ajaran Islam seperti salat, zakat, dan haji, serta tradisi lokal yang merupakan akulturasi dengan budaya setempat, seperti perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, Maulid Nabi, dan upacara-upacara adat yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Contohnya di Indonesia meliputi Tahlilan, Sekaten, Dugderan, dan Halal Bihalal
Tradisi lokal adalah kebiasaan, adat istiadat, praktik, kepercayaan, dan ritual unik yang berkembang dan diwariskan turun-temurun dalam suatu komunitas atau wilayah tertentu. Tradisi ini mencerminkan identitas budaya masyarakat lokal, dipengaruhi oleh sejarah, sosial, dan geografis, serta berperan menjaga kelestarian warisan leluhur.
3. Tradisi yang masih hidup dan bertahan di marga Rambang kapak tengah di kota Prabumulih perpaduan antara tradisi agama dan Tradisi masyarakat setempat diantaranya :
Tradisi yang masih hidup dan bertahan di marga Rambang kapak tengah di kota Prabumulih perpaduan antara tradisi agama dan Tradisi masyarakat setempat yng terindetifikasi diantaranya :
1. Tradisi Behantat Rantang ahi Raye Marga Rambang
2. Tradisi Behantat Behas ( Beras) Marga Rambang
3. Tradisi Adat Melamar
4. Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan
5. Tradisi Ruwahan
6. Tradisi Nugal
7. Tradisi Bekarang
8. Tradisi Tari Pembauran
9. Tradisi Balek Andon Sedekah
10. Tradisi Sedekah Dusun
11. Tradisi Tepung Tawar
1. Tradisi Behantat Rantang ahi Raye Marga Rambang
Menghantar rantang merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun menurun dan sampai saat ini masih dilestarikan ditengah tengah masyarakat Kota Prabumulih.
Behantat Rantang ahi raye atau menghantar rantang pada saat hari raya adalah sebuah tradisi yang unik juga memiliki kesan yang mendalam bagi masyarakat, biasanya rantang yang diisi dengan makanan olahan untuk hari raya Idul Fitri akan diantarkan kepada sanak saudara ataupun menghantar kepada orang tua
2. Tradisi Behantat Behas ( Beras) Marga Rambang .
Setiap Suku yang ada di Indonesia pastinya memilki tradisi adatnya masing masing, begitupula dengan Marga Rambang. Salah satu tradisi yang masih dijalankan sampai saat ini adalah Behantat Behas, di Kota Prabumulih tradisi behantat behas masih dijalankan atau dilestarikan oleh Marga Rambang. Behantas Behas adalah tradisi yang biasa dilakukan saat adanya acara sedekah hajatan ataupun saat terjadinya musibah.
3. Tradisi Adat Melamar
Lamaran merupakan sebuah acara yang dilakukan untuk meminta calon mempelai wanita agar dapat menerima permintaan dari calon mempelai laki laki sebagai pendamping hidup, jika diterima maka akan ditandai dengan mulainya pertunangan.
4. Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan
Di Marga Rambang Tradisi ziarah kubur biasanya dilakukan saat hendak menyambut Bulan Suci Ramadhan maupun ketika ada anak laki laki yang hendak di khitan akan berziarah terlebih dahulu. adapula yang melakukan ziarah kubur saat hendak akan menikah, mereka akan berziarah kepada keluraga kedua belah pihak yang telah berpulang terlebih dahulu.
5. Tradisi Ruwahan
Tradisi Ruwahan biasanya diadakan saat hendak menyambut bulan Suci Ramadhan tepatnya pada bulan Syaban dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini merupakan sebuah tradisi yang memang sudah dilakukan sejak dahulu, hampir dari semua muslim yang sudah tergolong mampu akan melaksanan acara tradisi Ruawhan. Adapun tujuan dari diadakannya ruwahan untuk mendo’akan orang tua maupun saudara saudara kita yang sudah meninggal serta salah satu bentuk untuk menyambut datangnya bulan Suci Ramadan.
6. Tradisi Nugal atau Tradisi Menanam Padi Marga Rambang
Tradisi nugal padi juga masih lestari dibeberapa daerah. sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat suku Rambang yang masih setia dengan tradisi nugal tersebut.
Biasanya masyarakat suku rambang melakukan nugal padi pada saat beberapa hari lahan dibersihkan. Tradisi nugal ini tergolong sangat unik. Karena tradisi nugal biasanya dilakukan dengan mengajak warga untuk ikut serta bertanam padi di sawah atau ladang.
Kegiatan seperti ini, masyarakat suku Rambang biasanya melakukan nugal di Ume. Ume merupakan kebun atau tempat berladang.
7. Tradisi Bekarang ( Menangkap Ikan di Sungai atau danau/ Lebak menjelang musim kemarau tiba )
Salah satu tradisi adat yang ada di Kota Prabumulih adalah bekarang yang sering dilakukan masyarakat Suku Rambang.bekarang merupakan tradisi menangkap ikan yang hampir mirip dengan Upacara Mubus Babak.Bekarang merupakan kegiatan menangkap ikan yang dilakukan bersamaan dengan masyarakat lainnya di waktu menjelang musim kemarau hingga Batang ahi dan rawa melubok .
8. Tradisi Tari Pembauran, Tradisi Khusus Suku Rambang di Acara Pernikahan
Tari Pembauran merupakan sebuah tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun, waktu ke waktu serta memiliki keunikan dan kekhasannya sendiri. Dari sekian banyak tradisi adat yang ada di Prabumulih, Tari Pembauran menjadi salah satu tradisi yang saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Kota Prabumulih. Di Kelurahan Muara Dua tradisi tari Pembauran merupakan sebuah tradisi yang populer, hampir disetiap pernikahan di Kelurahan Muara Dua tari ini dilakukan.
9. Tradisi Balek Andon Sedekah
Salah satu tradisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Suku Rambang adalah Balek Andon Sedekah. Tradisi ini merupakan bagian penting dari proses khitan atau sunatan, yang merupakan salah satu tahap penting dalam kehidupan seorang anak laki-laki. Balek Andon Sedekah dilaksanakan satu minggu sebelum acara khitan. Dalam tradisi ini, anak yang akan dikhitan dititipkan kepada pihak keluarga ibu.
Upacara ini memiliki makna yang dalam, yakni untuk menjaga mental dan kesehatan anak yang sudah memasuki masa akil baligh.
10. Tradisi Sedekah Dusun
Sedekah dusun” adalah tradisi turun-temurun di beberapa daerah di Indonesia untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah yang diberikan, seperti hasil panen yang melimpah atau keselamatan desa. Tradisi ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antarwarga, melestarikan kebudayaan lokal, dan sebagai ajang musyawarah dusun.
Pelaksananya Biasanya dilakukan setahun sekali setelah panen raya, atau sekitar awal atau akhir tahun, tergantung adat istiadat setempat.
Tujuan Tradisi Sedekah Dusun
1. Ungkapan syukur: Menghaturkan terima kasih kepada Tuhan atas berkah melimpah, terutama hasil panen.
2. Memohon perlindungan: Berharap agar desa terhindar dari berbagai bencana, wabah, penyakit, dan diberikan keamanan serta kedamaian.
3. Mempererat silaturahmi: Menjadi ajang kebersamaan untuk mempererat hubungan antarwarga desa.
4. Melestarikan budaya: Melestarikan adat dan tradisi warisan leluhur serta memperkuat identitas budaya masyarakat setempat
Demikianlah Tulisan mengenai Tradisi Marga Rambang Kapak Tengah di Kota Prabumulih . Hasil identifikasi kami terhadap Tradisi yang untuk diketahui dan pahami untuk dilestarikan,Semoga bermanfaat bagi kita semua Amiin Ya Rabbal Allamin.
Reprensi :
1. https://prabumulihpos.disway.id/kategori/sejarah-budaya#google_vignette
2. https://palpos.bacakoran.co/read/17276/tradisi-suku-di-prabumulih-yang-masih-bertahan-balek-andon-sedekah-dan-ngicau-juadah
3. https://www.detik.com/sumbagsel/budaya/d-7031757/mengenal-tradisi-tepung-tawar-perda
4.
Catatan: Redaksi menerima dalam bentuk tulisan, terkait isi merupakan tanggung jawab penulis







