Temui PGRI Muara Enim, Akun MN Lakukan Permohonan Maaf Langsung

Muara Enim (muaraenimonline.com) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Muara Enim mengadakan rapat pengurus, guna menentukan sikap terkait Postingan Pemilik Akun Facebook Metaria Nyonyafevibae (MN) yang viral di Media Sosial yang telah diberitakan di sejumlah media online karena dianggap melecehkan profesi guru.

Dalam rapat yang digelar di Mess PGRI Muara Enim, Senin (27/7/2020), PGRI Muara Enim memutuskan untuk mengundang Pemilik Akun MN untuk hadir mengklarifikasi maksud dan tujuan serta melakukan permohonan maaf secara langsung melalui media online, cetak, elektronik, dan televisi atas unggahannya yang telah menyakiti hati seluruh guru di Indonesia tersebut serta pemilik akun tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya itu, pada pukul 14.30 WIB, (27/7/2020) di Mess PGRI Muara Enim.

Baca Juga  Bertambah Lima Pasien Covid 19, Empat Diantaranya Tenaga Medis

Diketahui dari keterangannya saat proses klarifikasi itu si pemilik akun bernama Fevi Eka Saputra yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek.

Dari keterangannya bahwa akun Metaria Nyonyafevibae itu merupakan akun miliknya dan bukan milik istrinya.

“Sebenernya kalimat dari kata-kata saya di medsos itu, yang menyatakan bahwa guru makan gaji buta itu bukan untuk menuduh guru, Pak. Saya itu melihat dari dampak Covid-19 pak, semenjak ada Covid-19 ini yang biasanya ada sekolah, jadi tidak ada yang ke sekolah, tapi tidak ada niat untuk menuduh guru makan gaji buta,”ungkapnya penuh penyesalan yang didampingi istrinya.

Plt. Ketua DPC PGRI Muara Enim Jumran, S.H., M.M. didamping Sekretaris PGRI Muara Enim Herry Candra, S.Pd. beserta sejumlah pengurus PGRI kabupaten Muara Enim dan ketua cabang PGRI dibeberapa kecamatan menyampaikan, karena Pemilik Akun MN sudah hadir di Mess PGRI Muara Enim dan telah memberikan permohonan maaf, maka proses secara hukum tidak akan dilanjutkan.

Baca Juga  Tanggapan PC Pemuda Muslimin Lahat Terkait Pelaporan Satgas Covid-19 Lahat di KPK

“Sudah kita maafkan, tidak perlu kita lanjutkan lagi. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi masyarakat, bagi Metaria dan suaminya, dan ke depan maka tidak akan terjadi lagi hal serupa di Kabupaten Muara Enim maupun Indonesia umumnya,” pungkas kandidat calon ketua PGRI Muara Enim ini.

@Ndank

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan

Tinggalkan Balasan