Hari Dharma Wanita Nasional: Penguatan Transformasi Organisasi DWP, Menuju Indonesia Emas Tahun 2045

  • Penulis: Zainul Marzadi, SH,. MH
  • Dosen Universitas Serasan

MUARAENIMONLINE.COM – Dharma Wanita adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan nasional dan masyarakat. Nama “Dharma Wanita” sendiri memiliki arti yang mendalam. Dharma: berarti “kewajiban” atau “tugas” dalam bahasa Sanskerta. Dalam konteks ini, Dharma merujuk pada kewajiban perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional dan masyarakat. Wanita: berarti “perempuan” dalam bahasa Sanskerta.

Dharma Wanita adalah sebuah organisasi yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) Istri seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) disebut sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi yang beranggotakan istri PNS, istri pensiunan PNS, dan janda PNS atau Pegawai Pemerintah dan Perjanjian Kerja (PPPK).
Jadi, Dharma Wanita dapat diartikan sebagai “Perempuan yang memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional dan masyarakat”. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional, serta meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat.

Hari Dharma Wanita Nasional diperingati setiap tanggal 5 Agustus. Peringatan ini bertujuan untuk menghargai peran perempuan dalam pembangunan bangsa dan masyarakat. Dharma Wanita Nasional adalah organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional.

Untuk mengetahui hari ulang tahun Dharma Wanita ke berapa di tahun 2025, kita perlu tahu tahun pendirian Dharma Wanita. Dharma Wanita Nasional didirikan pada tahun 1961. Jadi, di tahun 2025, Dharma Wanita Nasional akan berusia 64 ( Enam puluh emapat ) tahun.

Arti & Makna Logo Dharma Wanita Persatuan

Baca Juga  Kejaksaan RI Telah Bertransformasi Dan Mereformasi Diri

Warna kuning melambangkan cita-cita yang luhur, sedangkan lima putik bunga melambangkan adanya generasi wanita penerus yang berkelanjutan.
Dasar filosofi , sosiologi dan yuridis tujuan pendirian Dharma Wanita Nasional adalah:
1. Dasar Filosofi:
1. Pancasila: Dharma Wanita Nasional berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, dan Persatuan Indonesia.
2. Nilai-nilai keluarga: Dharma Wanita Nasional bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, berdasarkan nilai-nilai keluarga yang harmonis dan sejahtera.

2. Dasar Sosiologi:
1. Peran perempuan dalam masyarakat: Dharma Wanita Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional, serta meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat.
2. Kesejahteraan keluarga: Dharma Wanita Nasional berfokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga, terutama melalui pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
3. Kesetaraan gender: Dharma Wanita Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan gender dan mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat.

Dengan demikian, Dharma Wanita Nasional berupaya untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan nasional, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan mempromosikan kesetaraan gender, berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai keluarga yang harmonis dan sejahtera.

3. Dasar hukum pembentukan organisasi Dharma Wanita Nasional adalah:
1. Instruksi Presiden (Inpres) No. 12 Tahun 1971: Inpres ini mengatur tentang pembentukan dan pengembangan organisasi Dharma Wanita di seluruh Indonesia.
2. Keputusan Presiden (Keppres) No. 29 Tahun 1971: Keppres ini mengatur tentang struktur dan fungsi organisasi Dharma Wanita Nasional.
3. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan: Undang-undang ini mengatur tentang hak dan kewajiban suami-istri, termasuk peran istri dalam keluarga dan masyarakat.
4. Undang-Undang No. 10 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak: Undang-undang ini mengatur tentang upaya meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, termasuk peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga  Banjir Kembali Melanda Muara Enim

Dasar hukum tersebut menjadi landasan bagi pembentukan dan pengembangan organisasi Dharma Wanita Nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Hari Dharma Wanita Nasional pertama kali diperingati pada tahun 1961, ketika organisasi Dharma Wanita Nasional dibentuk oleh Ibu Negara saat itu, Siti Hartinah Soeharto. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional.

Struktur Kepengurusan DWP
Struktur kepengurusan DWP terdiri dari beberapa jabatan, antara lain ³:
1. Ketua Umum: Jabatan ini dijabat oleh istri Menteri yang membidangi urusan Aparatur Negara.
2. Ketua DWP: Posisi ini dipegang oleh istri dari Sekretaris Jenderal, Sekretaris Menko, atau pejabat setingkat lainnya dalam pemerintahan.
3. Pengurus DWP: Diisi oleh istri Aparatur Sipil Negara yang masih aktif dalam jabatan.

Ketua Dharma Wanita Nasional pertama adalah:
– Siti Hartinah Soeharto: Istri Presiden Soeharto, yang menjabat sebagai Ketua Umum Dharma Wanita Nasional periode 1961-1998.
Ketua Umum Dharma Wanita Nasional yang terakhir sebelum reformasi adalah:
– Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut): Putri Presiden Soeharto, yang menjabat sebagai Ketua Umum Dharma Wanita Nasional periode 1998 (setelah Siti Hartinah Soeharto meninggal) hingga tahun 1998.
Setelah reformasi, Dharma Wanita Nasional mengalami perubahan dan restrukturisasi. Saat ini, organisasi ini dipimpin oleh Ketua Umum yang dipilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) dan dikukuhkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga  Ngudu Mantu: Bhinneka Tunggal Ika Dalam Adat Marga Rambang

Dharma Wanita Nasional bertujuan :
1. Peran Perempuan dalam Pembangunan Bangsa
Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Mereka tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga sebagai anggota masyarakat yang aktif dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik. Perempuan memiliki potensi yang besar untuk memajukan bangsa dan masyarakat.

2. Tujuan Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional
Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional memiliki beberapa tujuan, antara lain:
1. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional.
2. Menghargai peran perempuan dalam pembangunan bangsa dan masyarakat.
3. Meningkatkan kualitas hidup perempuan dan masyarakat.

3. Kegiatan dalam Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional
Dalam peringatan Hari Dharma Wanita Nasional, biasanya dilakukan berbagai kegiatan, seperti:
1. Seminar dan workshop tentang peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
2. Kegiatan sosial untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional.
3. Penghargaan kepada perempuan yang telah berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Hari Dharma Wanita Nasional diperingati setiap tanggal 5 Agustus. Peringatan ini bertujuan untuk menghargai peran perempuan dalam pembangunan bangsa dan masyarakat. Dharma Wanita Nasional adalah organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional

REPRENSI :
1. https://www.tempo.co/ekonomi/daftar-hari-penting-nasional-2025-cek-tanggalnya-1162038
2. https://regional.kompas.com/read/2022/08/02/190203878/sejarah-dharma-wanita-organisasi-istri-pns-yang-berdiri-atas-prakarsa-ibu?page=all
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Dharma_Wanita
4. https://dharmawanitapersatuan.id/
5. https://bbppmpvbispar.kemdikbud.go.id/sejarah-hari-dharma-wanita-persatuan/
6. https://www.dharmawanitapersatuan.id/category/berita/

iklan

iklan

Iklan

Iklan

Iklan Kosan