Lidig Muara Enim: Menjadi Pelopor Masyarakat Digital

MUARA ENIM — Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan kembali bergulir. Pada Kamis, 21 Oktober 2021 pukul 09.00 hingga 12.00, telah dilangsungkan Webinar bertajuk “Menjadi Pelopor Masyarakat Digital”.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Baca Juga  Lidig Muara Enim: Ayo Bersama Lawan Hoaks!

Pada webinar yang menyasar target segmen pelajar, mahasiswa, dosen, remaja, masyarakat umum, dan guru, dihadiri oleh sekitar 152 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr.rer.nat. Doni Yusri, S.P., M.M., Dosen dan Praktisi; Cecep Nurul Alam, S.T., M.T., Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divisi e-Learning; Medi Heryanto, S.T., M.M., Korwil CM Sumbagsel PT. Surveyor Indonesia; dan Ferdiansyah R, S.IP., M.A., Dosen FISIP Universitas Sriwijaya. Popi Anggraini sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Baca Juga  Lidig Muara Enim: Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah

Pada Sesi pertama tampil Dr.rer.nat. Doni Yusri, S.P., M.M., memaparkan di dalam informasi tersebut “ibarat sel-sel darah yang terus mengalir di dalam pembuluh darah dan akan menjadi sumber makanan untuk organ-organ tubuh kita” informasi merupakan data atau fakta di sekitar kehidupan kita yang disampaikan dengan menggunakan berbagai saluran untuk menambah pengetahuan.

Giliran pembicara kedua, Cecep Nurul Alam, S.T., M.T., menjelaskan investasi di media sosial dimanfaatkan oleh situs dan aplikasi daring, jejak digital juga banyak dimanfaatkan dalam dunia kerja. Banyak perusahaan baik skala besar dan kecil, yang saat ini menggunakan teknologi internet untuk mencari tahu tentang latar belakang karyawan yang akan dipekerjakan atau pun informasi tentang karyawan yang sedang bekerja. Pepatah lama “Pilih teman Anda dengan bijak” sangatlah relevan dengan konteks jejaring sosial daring saat ini.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Medi Heryanto, S.T., M.M., mengatakan hak-hak digital yaitu hak untuk mengakses, Kebebasan mengakses internet, seperti ketersediaan infrastruktur, kepemilikan dan kontrol layanan penyedia internet, kesenjangan digital, kesetaraan akses antar gender, penghapusan dan blokir. Hak untuk berekspresi juga jaminan atas keberagaman konten, bebas menyatakan pendapat, dan penggunaan internet dalam menggerakkan masyarakat sipil.

Baca Juga  Kemen Kominfo Gelar Webinar, Harap Tenaga Pendidik dan Anak Didik Cakap Digital

Pembicara keempat, Ferdiansyah R, S.IP., M.A., menuturkan kita hidup dalam pengawasan maka dalam kebebasan pengguna internet selalu ingat terhadap aturan-aturan yang ada.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Dwi Rania yang bertanya apakah budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital? Karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir (mindset) agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital? Narasumber Medi Heryanto, S.T., M.M., menanggapi tentu bukan hanya aspek teknis saja dan dari sisi budaya pun harus tetap dijalankan.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Muara Enim. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.(//)

Iklan

Iklan

Iklan Kosan

Tinggalkan Balasan